BREAKING NEWS: Panduan Lengkap Persiapan Motor untuk Perjalanan Jauh Akhir Tahun | Motor adalah partner utama perjalanan. Jangan sampai kendala teknis muncul saat kamu sedang jauh dari rumah. Servis Rutin dan Ganti Oli: Pastikan oli mesin baru dan servis ringan dilakukan agar suhu mesin stabil dan performa tetap optimal. Kondisi Ban: Alur ban harus tebal, tidak retak, dan tekanan angin sesuai standar untuk menjaga stabilitas. Sistem Pengereman: Kampas rem depan-belakang wajib dicek. Jalan liburan sering tidak terduga. Lampu-lampu: Lampu utama, sein, dan rem harus berfungsi normal, terutama saat hujan atau berkendara malam. Rantai / CVT: Lumasi rantai atau cek kondisi v-belt pada motor matic.

Minggu, 18 Januari 2026

Dilema Motor Spek Tinggi: Kenapa Harganya Anjlok Saat Dijual Kembali?

Motor dengan spesifikasi tinggi namun memiliki nilai jual kembali yang rendah di pasar motor bekas

Spesifikasi tinggi tidak selalu menjamin harga jual kembali yang stabil, karena pasar motor bekas lebih dipengaruhi rasa aman dan kepercayaan pembeli.

Dilema Motor Spek Tinggi: Kenapa Harganya Anjlok Saat Dijual Kembali?

Di dunia otomotif, ada satu realita yang sering bikin pemilik motor mengernyitkan dahi: motor dengan spek “dewa”, fitur melimpah, dan teknologi canggih justru kadang memiliki harga jual kembali yang tidak seindah ekspektasi.

Masalahnya bukan karena motornya jelek. Justru sebaliknya—banyak dari motor ini terlalu bagus untuk pasar yang sebenarnya lebih mementingkan rasa aman dan praktis.

Mungkin Anda Tertarik: Harga motor Honda terbaru 2023

1. Hukum Permintaan: Bukan Soal Mesin, Tapi Keberanian Pasar

Harga motor di pasar bekas tidak ditentukan oleh seberapa canggih mesinnya, melainkan oleh seberapa berani orang membeli dan merawatnya. Di sinilah hukum permintaan bekerja dengan cara yang sering kali kejam.

  • Ketersediaan Suku Cadang: Motor dengan dealer resmi yang jarang atau suku cadang yang harus inden lama akan langsung kehilangan daya tarik. Pembeli motor second umumnya tidak mau repot.
  • Populasi di Jalan: Semakin sedikit populasinya, semakin besar rasa takut calon pembeli. Bukan takut rusak, tapi takut biaya perawatan dan minimnya referensi bengkel.
  • Citra dan Dominasi Merek: Suka atau tidak, pasar Indonesia masih dipengaruhi kepercayaan kolektif terhadap merek tertentu. Merek kuat seringkali lebih stabil harganya meski spek kalah jauh.

2. Motor Pintar Tapi Kurang Beruntung

Ada kategori motor yang bisa dibilang “terlalu pintar” untuk pasar barang bekas. Bukan salah teknologinya, tapi salah momentum dan karakter pembelinya.

Fitur kompleks seperti sensor canggih dan modul elektronik sering diasosiasikan dengan biaya perbaikan mahal. Akhirnya, orang memilih aman daripada canggih. Selain itu, desain yang terlalu futuristik atau nyeleneh justru membuat pasarnya menyempit dan harga ikut terkoreksi.

3. Motor Murah Tapi Gampang Laku

Di sisi lain, motor yang dianggap “biasa saja” justru menjadi primadona. Motor yang irit, punya bagasi luas, dan bisa diservis di bengkel pinggir jalan mana pun selalu punya tempat di hati pembeli karena tidak menyusahkan.

💡 baca juga ini: Spesifikasi Motor Honda Vario 125

Antara Logika dan Psikologi Pasar

Pasar motor bekas bukan hanya soal logika teknis, tetapi juga soal psikologi. Orang membeli rasa aman, bukan sekadar spesifikasi. Motor spek tinggi belum tentu menjadi “aset” yang baik secara finansial, sementara motor sederhana justru bisa menjadi investasi yang stabil nilainya.

"Memilih motor bukan hanya soal apa yang paling canggih, tetapi juga soal memahami: apakah motor ini dibeli untuk dinikmati, atau untuk mudah dijual kembali?"

×