Logo ABM

Perbedaan Soket CDI 6 Pin Jupiter Z, Mio, dan Satria 150 F (Lengkap + Diagram)

Perbedaan Soket CDI 6 Pin Jupiter Z, Mio, dan Satria 150 F (Lengkap + Diagram)
Diagram soket CDI 6 pin Yamaha Jupiter Z Mio dan Suzuki Satria 150 F

Buat yang sering bongkar motor atau main kelistrikan di bengkel, pasti sudah tidak asing lagi dengan CDI 6 pin. Komponen ini punya peran penting dalam sistem pengapian, karena dari sinilah timing api dan sinyal pengapian diatur. Walaupun dari luar kelihatannya mirip, ternyata susunan pin dan warna kabel tiap motor bisa berbeda-beda.

Kesalahan paling sering terjadi saat ganti CDI, baik itu CDI racing, CDI subtitusi, atau hasil kanibal dari motor lain. Banyak yang cuma mengandalkan bentuk soket, tanpa ngecek fungsi pin satu per satu. Padahal kalau sampai salah colok, bisa bikin motor nggak mau hidup, pengapian kacau, mesin brebet, atau paling parah CDI langsung jebol.

Masalah seperti ini sering kejadian di bengkel, apalagi kalau motornya sudah pernah dioprek sebelumnya. Makanya penting banget buat tahu mana jalur koil, pulser, massa, dan 12 volt. Di artikel ini kita bahas perbandingan pin soket CDI 6 pin antara Yamaha Jupiter Z / Mio dan Suzuki Satria 150 F dengan bahasa santai, biar gampang dipahami dan bisa langsung dipraktikkan.

Selain tabel fungsi pin, disertakan juga diagram posisi pin supaya lebih kebayang waktu lihat soket CDI langsung di motor. Artikel ini cocok buat mekanik bengkel, opreker rumahan, atau yang lagi belajar dasar kelistrikan motor.

YAMAHA JUPITER Z / MIO (6 Pin)
1
2
3
6
5
4
Pin Fungsi Warna Kabel
1KoilOrange
2MassaHitam
312 VoltCoklat
4MassaMerah
5PulserPutih
6Nol-
SUZUKI SATRIA 150 F (6 Pin)
1
2
3
6
5
4
Pin Fungsi Warna Kabel
1KoilPutih/Biru
2MassaHitam/Putih
3PulserBiru/Kuning
4MassaHijau/Putih
5TachometerOrange
612 VoltOrange

Dari tabel di atas bisa kelihatan jelas, walaupun sama-sama CDI 6 pin, fungsi tiap pin antara Yamaha dan Suzuki itu beda. Di Yamaha Jupiter Z dan Mio, jalur koil ada di pin 1, sedangkan pulser ada di pin 5. Suzuki Satria 150 F punya susunan berbeda, bahkan ada jalur khusus tachometer yang tidak ada di Yamaha. Inilah alasan kenapa CDI tidak bisa asal tukar.

Kalau kamu masih baru di dunia mesin motor, paham cara kerja mesin 4 tak juga penting. Soalnya sistem pengapian sangat berhubungan dengan langkah hisap, kompresi, usaha, dan buang. Kalau timing api meleset sedikit saja, tenaga bisa drop dan mesin jadi tidak enak dipakai.

Kesimpulannya, walaupun sama-sama pakai CDI 6 pin, jangan pernah menganggap semua motor itu sama. Selalu cek pinout, warna kabel, dan pastikan sesuai dengan motor yang dikerjakan. Kalau perlu, gunakan multitester untuk memastikan jalur massa dan tegangan. Dengan begitu, kerja di bengkel jadi lebih aman, lebih cepat, dan minim trial error.

« Artikel Sebelumnya Memuat judul... Artikel Selanjutnya » Memuat judul...