Megapro pakai CDI grand
Persamaan CDI Suzuki Shogun Kebo dengan CDI Honda GL / Megapro (Versi Teknis)
Pada dasarnya CDI Suzuki Shogun Kebo memiliki susunan pin yang sama dengan CDI Honda GL/Megapro. Inilah alasan mengapa CDI ini bisa langsung dipasang ("plug and play") selama motor masih dalam kondisi standard wiring.
Perbedaan warna kabel tidak mempengaruhi fungsi karena yang penting adalah letak pin dan jalur arusnya, bukan warna kabelnya.
1. Diagram Layout Soket / Pin (Teknis)
Berikut ilustrasi bentuk soket 6-pin CDI yang digunakan kedua motor:
Tata letak soket (dilihat dari sisi kabel):
[ 1 ] [ 2 ] [ 3 ]
[ 4 ] [ 5 ] [ 6 ]
Fungsi Umum:
1 = Ground (massa)
2 = Pulser (pickup)
3 = Koil
4 = Kosong
5 = Power (12V/ACC/kontak)
6 = Kosong
Susunan fisik inilah yang membuat CDI Shogun dan Megapro dapat saling substitusi.
2. Tabel Perbandingan Pin Teknis
| No. Pin | Fungsi Teknis | Suzuki Shogun Kebo | Honda GL / Megapro |
|---|---|---|---|
| 1 | Massa / Ground | Hitam garis putih | Hijau tua |
| 2 | Pulser (Pickup Sinyal Pengapian) | Biru garis putih | Biru garis putih |
| 3 | Output ke koil / Ignition Coil | Hitam garis kuning | Hitam garis kuning |
| 4 | Kosong | — | — |
| 5 | Power Input 12V (ACC/kontak) | Orange | Merah-hitam / hitam polos |
| 6 | Kosong | — | — |
3. Cara Kerja Jalur Pengapian CDI (Alur Teknis)
Berikut alur kerja sistem pengapian:
Magnet → Pulser → CDI → Koil → Busi → Pembakaran mesin Penjelasan ringkas: • Pulser mengirim sinyal timing posisi magnet. • CDI memproses timing dan menentukan kapan koil dilepaskan arus. • Koil mengubah arus jadi tegangan tinggi. • Tegangan disalurkan ke busi → terjadi percikan api → pembakaran.
Karena jalur kerja dan timing dasar sama, CDI Shogun old cocok menggantikan CDI GL/Megapro untuk penggunaan standar.
4. Keunggulan CDI Shogun Kebo (Teknis)
- Limiter lebih tinggi → RPM atas lebih panjang.
- Advance map lebih agresif → respon putaran menengah–atas lebih hidup.
- Karakter pengapian lebih panjang (long spark-duration) → mesin terasa "bernafas panjang".
Inilah alasan CDI ini sering dipakai anak bengkel untuk upgrade motor tua yang ingin napas panjang tanpa ganti magnet.
5. Peringatan & Saran Teknis
- Gunakan hanya pada motor yang kabelnya masih standar.
- Jika ingin cari performa tinggi, sering perlu ubahan:
- Tonjolan pulser (pick-up timing)
- Setelan magnet
- Koil yang lebih stabil
- Untuk modifikasi ekstrem, sebaiknya dibantu mekanik yang paham sistem pengapian.
Artikel oleh ABM — Panduan teknis