Ilustrasi motor Vespa klasik dengan sistem platina
⚙️ Panduan Lengkap Penyetelan Platina (Breaker Points)
Sistem pengapian platina (manual) memerlukan penyetelan berkala agar performa mesin tetap optimal. Celah dan kondisi platina sangat menentukan waktu percikan api busi, sehingga penyetelan yang tepat sangat penting. Berikut panduan lengkap dan detail langkah demi langkah.
I. Persiapan dan Pembersihan
A. Alat yang Dibutuhkan
- Obeng Min/Plus dan Kunci T/Ring sesuai ukuran baut pengunci platina.
- Feeler Gauge (Fuler): untuk mengukur celah platina secara akurat. Kisaran ideal: 0,30 mm - 0,40 mm.
- Kain bersih atau Contact Cleaner untuk membersihkan kontak elektronik.
- Amplas halus (grit 400 ke atas) atau kikir platina khusus untuk meratakan permukaan platina jika diperlukan.
B. Pemeriksaan dan Pembersihan Awal
Penting: Pastikan kedua permukaan kontak platina bersih, rata, dan tidak hangus. Jika ada kawah atau tonjolan, kikis perlahan dengan kikir atau amplas halus. Permukaan yang tidak rata menyebabkan pengapian tidak stabil.
II. Prosedur Penyetelan Celah Platina
1. Memposisikan Tonjolan (TMA)
- Lepaskan penutup magnet atau timing cover pada mesin.
- Putar rotor (magnet) perlahan searah putaran normal mesin. Bisa menggunakan kunci T pada baut kruk as atau memutar roda belakang (pada motor).
- Cari titik di mana tonjolan (cam) pada poros engkol menekan fiber platina hingga platina terbuka PALING LEBAR. Inilah posisi untuk mengukur celah.
- Catatan: Pastikan fiber platina menapak sempurna di puncak tonjolan.
2. Mengukur dan Mengatur Celah
- Kendurkan sekrup pengunci platina sedikit (jangan sampai lepas).
- Ambil Feeler Gauge sesuai ukuran yang diinginkan, misal 0,35 mm.
- Sisipkan feeler gauge ke celah platina. Geser dudukan platina hingga gauge dapat ditarik dan didorong dengan sedikit gesekan.
- Setelah celah sesuai, kencangkan sekrup pengunci sambil memastikan platina tidak bergeser.
- Tarik gauge dan ukur kembali untuk memastikan akurasi.
III. Hubungan Celah Platina dan Pengapian
| Kondisi Celah | Efek pada Waktu Pengapian (Timing) | Dampak pada Mesin |
|---|---|---|
| Terlalu Sempit (< 0.30 mm) | Pengapian terlalu [Maju] (Advance) | Mesin sulit [start], cepat panas, platina cepat hangus. |
| Ideal (0.30 - 0.40 mm) | Pengapian [Tepat]. | Performa optimal, irit bahan bakar, start mudah. |
| Terlalu Lebar (> 0.40 mm) | Pengapian terlalu [Mundur] (Retard). | Tenaga mesin berkurang, konsumsi bahan bakar boros. |
Penyetelan platina yang tepat adalah kunci keawetan koil dan stabilitas performa motor klasik Anda.