BANGALICB

BELAJAR OTOMOTIF SECARA OTODIDAK

PANDUAN TEKNIS

Berbagi melalui tulisan dan solusi teknologi yang inspiratif.

Home > > > Perbedaan Starter Konvensional dan ACG Starter pada Honda BeAT FI

Perbedaan Starter Konvensional dan ACG Starter pada Honda BeAT FI

Perbandingan Sistem Starter Konvensional dan ACG Starter pada Honda BeAT FI

Perbedaan Starter Konvensional dan ACG Starter Honda BeAT FI

Visualisasi Internal: Ilustrasi perbandingan sistem starter konvensional berbasis gear dengan teknologi ACG Starter pada Honda BeAT FI.

Pengguna Honda BeAT FI generasi awal tentu familiar dengan suara starter yang cukup keras saat mesin pertama kali dihidupkan. Banyak yang mengira itu tanda kerusakan, padahal suara tersebut berasal dari mekanisme starter konvensional berbasis gear. Seiring perkembangan teknologi, Honda menghadirkan sistem ACG Starter yang jauh lebih halus dan modern. Berikut penjelasan teknis perbedaannya.

1. Sistem Starter Konvensional (Berbasis Gear)

Model BeAT FI sebelum generasi eSP masih menggunakan motor starter terpisah yang terhubung ke poros engkol melalui mekanisme gigi (pinion gear).

  • Prinsip Kerja: Motor starter memutar gigi pinion yang kemudian mengait ke roda gila (flywheel) untuk memutar poros engkol hingga mesin hidup.
  • Sumber Suara: Terjadi kontak mekanis antar logam saat gear mulai berkaitan. Jika pelumasan berkurang atau komponen aus, suara akan terdengar lebih kasar.
  • Kelebihan: Konstruksi sederhana dan mudah diperbaiki.
  • Kekurangan: Timbul hentakan awal dan kebisingan saat proses start.

2. Sistem ACG Starter (Alternating Current Generator)

Pada generasi mesin eSP, Honda mengganti sistem lama dengan ACG Starter, yaitu sistem starter yang terintegrasi dengan alternator tanpa menggunakan mekanisme gear pengait.

  • Prinsip Kerja: Menggunakan gaya elektromagnetik langsung pada rotor untuk memutar poros engkol tanpa perantara gigi mekanis.
  • Keunggulan Utama: Proses start lebih halus, minim getaran, dan hampir tanpa suara.
  • Integrasi Fitur: Mendukung teknologi ISS (Idling Stop System), yaitu sistem yang mematikan mesin saat berhenti dan menghidupkannya kembali secara otomatis saat tuas gas diputar.
  • Kekurangan: Bergantung pada kondisi aki yang prima dan sistem kelistrikan yang stabil.

Tabel Pemeriksaan dan Pemeliharaan

Komponen Hal yang Perlu Dicek Indikasi Gangguan
Aki (Baterai) Pastikan tegangan stabil (±12,6V dalam kondisi normal). Starter lemah, hanya terdengar bunyi klik dari relay.
Gear Starter Periksa keausan dan kondisi pelumasan grease. Suara kasar atau tersendat saat start.
Sistem ACG Periksa soket dan konektor dari kelembaban dan korosi. Mesin tidak merespons meski aki dalam kondisi baik.

Kesimpulan: Sistem starter konvensional mengandalkan mekanisme gear sehingga menimbulkan suara dan hentakan awal. Sementara itu, ACG Starter bekerja secara elektromagnetik sehingga lebih senyap dan responsif. Apa pun sistemnya, kondisi aki dan perawatan berkala tetap menjadi faktor utama keandalan proses start mesin.

Artikel Lama »