BREAKING NEWS: Panduan Lengkap Persiapan Motor untuk Perjalanan Jauh Akhir Tahun | Motor adalah partner utama perjalanan. Jangan sampai kendala teknis muncul saat kamu sedang jauh dari rumah. Servis Rutin dan Ganti Oli: Pastikan oli mesin baru dan servis ringan dilakukan agar suhu mesin stabil dan performa tetap optimal. Kondisi Ban: Alur ban harus tebal, tidak retak, dan tekanan angin sesuai standar untuk menjaga stabilitas. Sistem Pengereman: Kampas rem depan-belakang wajib dicek. Jalan liburan sering tidak terduga. Lampu-lampu: Lampu utama, sein, dan rem harus berfungsi normal, terutama saat hujan atau berkendara malam. Rantai / CVT: Lumasi rantai atau cek kondisi v-belt pada motor matic.

Sabtu, 22 November 2025

Jenis-Jenis Relai (Relay) dan Fungsinya dalam Kelistrikan Motor

⚡ Mengenal Jenis-Jenis Relai (Relay) dan Fungsinya dalam Kelistrikan Motor

Skema Relai 1-5 kaki

Ilustrasi berbagai jenis relai (relay) yang umum digunakan pada sistem kelistrikan motor.

Relai adalah komponen yang berfungsi sebagai sakelar otomatis yang bekerja menggunakan arus kecil untuk menggerakkan arus besar. Pada motor, relay sangat penting untuk melindungi tombol, sakelar, serta ECU dari panas dan beban berlebih. Relay bekerja menggunakan kumparan (coil) yang menciptakan medan magnet untuk menarik kontak sehingga dapat menghubungkan atau memutus jalur arus besar.


1. Relai 1-Pole (SPST)

Relay SPST adalah jenis relay paling sederhana. Biasanya terdiri dari 4 terminal, dan memiliki satu jalur utama untuk arus besar dari sumber listrik ke beban.

Terminal Fungsi Status
30 Input arus besar dari aki -
87 Output arus besar ke beban Normally Open
85 Kumparan (coil) -
86 Kumparan (coil) -

Cara kerja: saat terminal 85–86 dialiri arus kecil, kontak tertarik dan menghubungkan 30 ke 87.


2. Relai 2-Pole (SPDT) – Relay 5 Kaki

Ini adalah relay yang paling sering digunakan pada motor. Memiliki satu input, namun dua jalur output: 87a (NC) dan 87 (NO). Relay ini mampu memutus satu jalur sambil menghubungkan jalur lainnya.

Terminal Fungsi Status Default
30 Input arus besar -
87a Output jalur normal NC (Tertutup)
87 Output aktif saat relay hidup NO (Terbuka)
85 & 86 Terminal coil -

Relay SPDT sangat cocok untuk rangkaian klakson, lampu jauh/dekat, lampu tambahan, kipas radiator, hingga sistem pemutus arus.


3. Relai 4-Pole (DPST)

Relay ini memiliki dua input dan dua output yang bekerja bersamaan. Biasanya digunakan untuk mengaktifkan dua perangkat sekaligus, misalnya dua lampu atau dua rangkaian aksesori.

Keterangan Fungsi
2 Input Masuk arus besar untuk 2 sirkuit
2 Output Keluar arus besar saat relay aktif
85–86 Coil relay

4. Relai 5-Pole (DPDT)

Relay DPDT adalah yang paling fleksibel karena dapat mengalihkan dua kutub sekaligus, masing-masing dengan jalur NC dan NO. Sangat cocok untuk rangkaian pembalik polaritas atau sistem modifikasi kompleks.

Sisi Jalur Status
Kutub 1 87a → 30 → 87 NC → Input → NO
Kutub 2 87a → 30 → 87 NC → Input → NO

Kesimpulan

Relay memegang peran penting dalam sistem kelistrikan motor. Dengan memahami perbedaan setiap jenis relay seperti SPST, SPDT, DPST, hingga DPDT, pemasangan kelistrikan menjadi lebih aman, efisien, dan tahan lama. Pemilihan relay yang tepat (kapasitas ampere, jenis kaki, hingga kualitas soket) sangat berpengaruh terhadap umur komponen dan kestabilan sistem listrik motor.

Artikel oleh ABM — Panduan teknis
×