BREAKING NEWS: Panduan Lengkap Persiapan Motor untuk Perjalanan Jauh Akhir Tahun | Motor adalah partner utama perjalanan. Jangan sampai kendala teknis muncul saat kamu sedang jauh dari rumah. Servis Rutin dan Ganti Oli: Pastikan oli mesin baru dan servis ringan dilakukan agar suhu mesin stabil dan performa tetap optimal. Kondisi Ban: Alur ban harus tebal, tidak retak, dan tekanan angin sesuai standar untuk menjaga stabilitas. Sistem Pengereman: Kampas rem depan-belakang wajib dicek. Jalan liburan sering tidak terduga. Lampu-lampu: Lampu utama, sein, dan rem harus berfungsi normal, terutama saat hujan atau berkendara malam. Rantai / CVT: Lumasi rantai atau cek kondisi v-belt pada motor matic.

Selasa, 18 November 2025

Tabel Ukuran Roller Standar Matic (Honda, Yamaha, Suzuki) dan Pengaruh Beratnya



Panduan Lengkap Ukuran Berat Roller Standar Semua Motor Matic Populer

Bagi para pemilik dan penggemar motor matic, komponen bernama roller sering menjadi topik utama dalam hal performa dan akselerasi. Roller merupakan bagian penting dari sistem Continuously Variable Transmission (CVT) yang berfungsi mengatur pergerakan sabuk V-Belt. Berat roller standar yang ditentukan pabrikan sudah dihitung secara presisi untuk memberikan keseimbangan antara akselerasi, top speed, serta efisiensi bahan bakar.

Menggunakan roller dengan ukuran yang tidak sesuai standar (terlalu berat atau terlalu ringan) dapat membuat karakter motor berubah drastis. Selain itu, penggunaan roller yang tidak tepat juga dapat mempercepat kerusakan komponen CVT. Karena itu, mengetahui ukuran roller standar motor Anda sangat penting sebelum melakukan servis atau penggantian.

Berikut daftar lengkap ukuran berat roller standar (dalam gram) untuk berbagai motor matic yang paling umum digunakan di Indonesia.

Daftar Ukuran Berat Roller Standar (Gram)

Merek & Model Motor Mesin (cc) Berat Roller Standar
HONDA
BeAT Karburator11012 gram
BeAT FI (Awal)11013 gram
BeAT eSP / BeAT Street11015 gram
Scoopy Karbu / FI11013 gram
Scoopy eSP / Genio11015 gram
Vario 110 Karbu / FI11013 gram
Vario 125 (Semua Gen)12515 gram
Vario 150 (2015–2018)15018 gram
Vario 150/160 (Baru)150 / 16015.5 / 19 gram
PCX 150 (Lokal)15018 gram
PCX 16016019 gram
ADV 15015020 gram
ADV 16016019 gram
YAMAHA
Mio Sporty / Mio Soul Karbu11510.5 gram
Mio J / Mio GT (Awal)1159.5 gram
Mio M3 / Soul GT 12512510 / 12 gram
Xeon RC / GT 1251259.5 gram
Lexi 12512513 gram
Aerox 155 / NMax (Awal)15513 gram
Aerox / NMax Baru15513 gram
Freego 12512511 gram
Fazzio / Grand Filano12514 gram
XMax 25025017 gram
SUZUKI
Suzuki Nex / Nex II113 / 11510 gram
Suzuki Spin 12512512 gram
Suzuki Skywave / Skydrive12515 gram
Suzuki Hayate12515 gram
Suzuki Address11311 gram

Prinsip Dasar Kerja Roller dan Pengaruh Beratnya

Roller bekerja dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Saat RPM mesin meningkat, roller terdorong keluar dan menekan piringan primer CVT. Gerakan ini membuat V-Belt naik ke posisi luar sehingga rasio gigi berubah ke arah yang lebih tinggi. Berat roller menentukan kapan perpindahan rasio itu terjadi.

  • Roller lebih ringan: Membutuhkan RPM lebih tinggi untuk bergerak maksimal. Akselerasi lebih cepat, namun top speed sedikit berkurang.
  • Roller lebih berat: Bergerak pada RPM lebih rendah. Motor lebih halus, lebih efisien, dan top speed lebih stabil.

Modifikasi berat roller disarankan tidak ekstrem. Idealnya hanya berbeda 1–2 gram dari standar agar performa tetap aman dan tidak menimbulkan kerusakan pada komponen CVT.

Kapan Roller Harus Diganti?

Roller mengalami aus seiring waktu. Salah satu tanda roller rusak adalah munculnya getaran atau gredek pada tarikan awal. Roller aus biasanya tampak peyok atau tidak bulat sempurna. Pemeriksaan dan penggantian umumnya dilakukan bersamaan dengan servis CVT setiap 8.000–12.000 km.

Gunakan roller orisinal (OEM) atau merek aftermarket terpercaya agar performa tetap maksimal dan komponen CVT lebih awet.

Semoga daftar ini membantu Anda memahami ukuran roller standar dan cara kerjanya. Selamat melakukan perawatan motor!

Artikel oleh ABM — Panduan teknis
×