💡 Konversi Pengapian: Mengganti CDI AC Menjadi CDI DC pada Motor Astrea Grand dan Seri Lain
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sore, dan selamat menikmati malam minggu bagi rekan-rekan yang merayakannya! 😅✌🙏
Sebelum kita mulai pembahasan teknis ini, mari kita saling mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan. Jangan lupa selalu pakai masker saat beraktivitas di luar rumah agar kita semua tetap terlindungi.
Apa Sebenarnya Konversi CDI AC ke CDI DC?
Bagi para penggemar motor lawas atau yang gemar melakukan modifikasi mesin, istilah konversi sistem pengapian dari Capacitor Discharge Ignition (CDI) AC ke CDI DC tentu sudah tidak asing lagi. Ini adalah langkah modifikasi yang populer, terutama pada motor-motor bebek lawas Honda seperti Astrea Grand, Supra Series, hingga motor sport seperti GL Pro.
Secara mendasar, perbedaannya terletak pada sumber arus yang digunakan oleh unit CDI:
- CDI AC: Mengambil suplai listrik langsung dari Spul Pengapian (Alternating Current). Tegangan yang dihasilkan sangat bergantung pada putaran mesin.
- CDI DC: Memakai sumber arus **Aki/Baterai (Direct Current)** yang sudah disearahkan melalui Kiprok. Suplai arusnya lebih stabil, tidak terlalu bergantung pada RPM mesin.
Tujuan utama dari konversi ini adalah untuk mendapatkan pengapian yang lebih stabil dan kuat, terutama pada putaran mesin tinggi, serta memberikan kemudahan dalam setting mesin racing karena ketersediaan CDI DC aftermarket yang jauh lebih beragam dan memiliki kurva pengapian yang dapat diatur.
Motor yang Umumnya Menggunakan CDI AC Bawaan Pabrik (Contoh Honda)
| Model Motor | Catatan |
|---|---|
| Astrea Star, Astrea Prima, Astrea Grand | Termasuk Legenda, Impressa. |
| Supra / Supra X (Generasi Awal) | Sebelum model PGM-FI. |
| Revo (Generasi Lama) | Sebelum Revo Absolute. |
| GL Max Series, GL Pro Series (Pro CDI) | Seri motor sport 4-tak awal Honda. |
| GL200 (Tiger) | Menggunakan CDI AC dengan suplai dari Spul. |
Panduan Jalur Kabel Soket CDI AC 6 Pin
Langkah pertama yang harus dipahami sebelum konversi adalah mengenali jalur kabel pada soket CDI AC bawaan, terutama tipe 6 pin yang umum digunakan Honda. Dengan mengenali pin mana yang harus diubah, proses konversi menjadi lebih mudah dan minim risiko.
Detail Fungsi Kabel (Honda Standar)
| No | Warna Kabel | Fungsi dan Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| 1 | Hijau polos | Ground / Massa (-). Jalur negatif ke rangka motor. |
| 2 | Biru / strip Kuning | Pulser (Input Signal). Menerima sinyal dari pickup coil. |
| 3 | Hitam / strip Kuning | Output ke Koil. Meneruskan sinyal ke koil pengapian. |
| 4 | (Kosong) | Tidak digunakan pada konfigurasi standar ini. |
| 5 | Hitam polos / Hitam strip Merah | Sumber AC dari Spul Pengapian (CDI AC). Inilah jalur yang akan diubah! Pada Tiger sering berwarna Hitam-Merah. |
| 6 | (Kosong) | Tidak digunakan pada konfigurasi standar ini. |
Proses Konversi dan Penyesuaian Kabel
Pada dasarnya, konversi CDI AC ke DC hanya berfokus pada perubahan jalur suplai arus. Pin 1 (Massa), Pin 2 (Pulser), dan Pin 3 (Koil) harus tetap terhubung ke posisi aslinya karena fungsinya sama, baik pada CDI AC maupun DC.
Langkah-Langkah Utama:
- Abaikan Pin 1, 2, 3: Jalur kabel pada pin 1 (Massa), 2 (Pulser), dan 3 (Koil) pada soket bawaan **TIDAK PERLU DIUBAH** saat menggunakan CDI DC yang kompatibel. Biarkan pada posisi semula.
- Cari Sumber DC: Pin 5 yang semula dihubungkan ke kabel sumber AC dari spul **harus dilepas**. Ganti jalur ini dengan kabel yang menyediakan arus **DC positif (+) 12 Volt saat kunci kontak ON**. Kabel yang umum digunakan sebagai sumber DC ini adalah kabel **Hitam Polos** (terkadang Hitam Strip Merah) dari kunci kontak, atau bisa diambil dari jalur Output Kiprok menuju Aki.
- Isi Pin 6 (Opsional): Pada beberapa jenis CDI DC aftermarket (terutama yang memiliki fitur limiter), Pin 6 mungkin perlu diisi atau dihubungkan ke massa (Pin 1) untuk mengaktifkan fungsi tertentu. Selalu cek diagram dari CDI DC yang baru Anda gunakan.
- Pastikan Massa Kuat: Cek kembali koneksi Pin 1 (Massa Hijau) ke rangka motor. Koneksi massa yang buruk dapat menyebabkan pengapian tidak maksimal.
Perhatian dan Catatan Penting:
- Kondisi Aki: CDI DC sangat bergantung pada suplai arus dari aki. Pastikan aki motor Anda dalam kondisi prima dan sistem pengisian (Kiprok) berfungsi normal. CDI DC **rawan rusak** jika suplai arus/tegangan tidak stabil (terlalu rendah atau terlalu tinggi).
- Polaritas DC: Jangan sampai salah memasukkan arus DC positif (+) ke jalur Ground atau sebaliknya. Selalu pastikan Anda mengambil arus dari kabel yang bertegangan 12V setelah kunci kontak.
- Pengaruh Koil: Gunakan koil pengapian yang berkualitas dan sesuai, karena pengapian DC cenderung lebih kuat dan menuntut koil yang mampu menangani beban tersebut.
Rekomendasi Pilihan CDI DC yang Lazim Dipakai
| Model CDI DC | Kelebihan dan Catatan Penyesuaian |
|---|---|
| GL Neotech / Megapro | Mudah dipasang pada soket 6 pin Honda. Karakter pengapian yang cukup baik, namun mungkin memerlukan penyesuaian sedikit pada timing pengapian (sudut pulser). |
| Shogun 110 (Kebo) | Salah satu CDI DC paling favorit. Umumnya cocok dengan karakter pickup magnet Astrea/Grand tanpa harus ubah posisi tonjolan magnet (panjang pulser). |
| Shogun 125 (SP/Kelelawar) | Bisa digunakan, tetapi seringkali memiliki kurva pengapian yang lebih maju, sehingga mungkin perlu ubah posisi tonjolan magnet/pickup agar timing optimal. |
Konversi ini memang relatif mudah bagi yang sudah mahir. Namun, bagi pemula, perlu ketelitian ekstra dalam mengikuti jalur kabel dan memastikan tidak ada konsleting atau salah polaritas saat mengambil arus DC. Keberanian dan ketekunan adalah kunci!
Salam satu aspal! Semoga panduan ini bermanfaat untuk motor kesayangan Anda. ✊🙏