Fungsi Tonjolan Magnet Motor
Assalamu'alaikum wr wb
Pernahkah Anda saat perjalanan motor tiba-tiba mogok, padahal ketika dicek semuanya tampak normal? Logikanya jika ada bensin, kompresi, dan api, motor pasti hidup. Namun kenyataannya motor tetap tidak mau menyala. Di sinilah pentingnya memahami fungsi tonjolan magnet agar tidak bingung.
Masalah ini sering terjadi pada motor oprek atau modifikasi. Pada motor standar pabrikan, kasus seperti ini lebih jarang.
Fungsi Pickup / Tonjolan Magnet
Pickup atau pulser punya peranan penting dalam sistem pengapian motor. Fungsinya menentukan kapan dimulainya dan diakhirinya proses pembakaran. Arus listrik menuju CDI sebenarnya terus mengalir, tetapi diputus dan diatur ritmenya oleh pulser dan tonjolan magnet.
Gambaran Terjadinya Percikan Api
Setiap motor memiliki panjang pickup berbeda-beda, tergantung sistem pengapian tiap tipe mesin. Saat tonjolan mendekati pulser, sensor akan mengirim sinyal ke CDI untuk menentukan waktu tepat memercikkan api pada busi.
Proses Pembakaran dan Timing
Saat tonjolan magnet berada pada posisi yang tepat, pulser memberi sinyal ke CDI untuk memutus arus dan memercikkan api. Tanda huruf F pada magnet menunjukkan posisi penyalaan awal.
Peran Pulser dan Kenapa Timing Penting
Pulser bekerja sebagai sensor utama yang mengatur kapan CDI harus memercikkan api. Jika timing bergeser, efeknya bisa fatal: mesin brebet, tidak mau hidup, bahkan kick starter bisa balik menghantam kaki.
Jika belum paham cara menggeser pickup/tonjolan magnet, lebih baik tidak mencoba. Kesalahan sedikit saja membuat pengapian terlalu maju atau telat.
Wassalamu'alaikum wr wb
Artikel oleh ABM — Panduan teknis