Jenis dan Fungsi Kabel pada Lampu Daymaker
Setiap lampu Daymaker memiliki beberapa jalur kabel dengan fungsi berbeda. Walaupun warna kabel bisa bervariasi antar merek, pola penggunaannya tetap sama. Berikut tabel ringkasan warna kabel yang paling sering ditemukan pada Daymaker universal.
Tabel Warna Kabel Lampu Daymaker (Universal)
| Warna Kabel | Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Hitam | Massa / Ground | Wajib disambungkan ke rangka atau titik massa |
| Merah | Lampu jauh (High Beam) | Mode sinar jauh / sorot kuat |
| Biru | Lampu dekat (Low Beam) | Mode harian / sinar normal |
| Putih | DRL / Lampu senja | Lampu aksen / nyala redup |
| Kuning | Sein kanan | Beberapa model memakai putih-kuning |
| Putih-biru / Biru-kuning | Sein kiri | Tergantung tipe Daymaker |
| Hijau | Mode efek | Kadang digunakan untuk strobo / modul tambahan |
Tips Penyambungan Kabel Agar Aman
Agar pemasangan aman dan tidak menimbulkan konslet, pastikan sambungan kabel dilakukan dengan teknik yang benar. Gunakan isolasi tahan panas atau heatshrink, dan hindari sambungan longgar. Jika motor masih menggunakan sistem AC, cahaya dapat berkedip — lebih baik konversi ke sistem DC agar stabil.
Perbedaan Instalasi pada Sistem AC dan DC
Lampu Daymaker lebih stabil ketika dipasang pada sistem kelistrikan DC. Pada motor yang masih memakai AC (seperti GL dan Megapro lama), cahaya kadang tidak konsisten. Konversi ke DC bisa dilakukan dengan mengganti kiprok dan menata ulang jalur kabel tertentu.
Artikel oleh ABM — Panduan teknis