BREAKING NEWS: Kemajuan Teknologi Otomotif yang Tidak Diimbangi Pengetahuan Perawatan Masyarakat | Bedah Spesifikasi Honda CB150X: Motor Adventure Touring Tangguh untuk Segala Medan

Sabtu, 20 April 2024

Penyebab tarikan motor terasa berat

Penyebab Tarikan Motor Terasa Berat & Cara Mengatasinya

Penyebab tarikan motor terasa berat dapat berasal dari beberapa komponen penting pada mesin yang mulai tidak bekerja secara optimal. Ketika performa mesin menurun, otomatis kenyamanan berkendara juga ikut terganggu. Salah satu penyebab utama tarikan motor menjadi berat adalah adanya masalah pada kompresi mesin. Kompresi yang bocor membuat tenaga mesin tidak maksimal sehingga motor terasa loyo ketika digas.

Kondisi ini harus segera dicek karena biasanya kebocoran terjadi akibat kerusakan pada ring piston, silinder, atau bibir klep yang tidak menutup rapat. Jika dibiarkan terlalu lama, performa mesin akan semakin turun, bahan bakar boros, bahkan bisa menyebabkan mesin cepat panas (overheat).

Ciri-ciri Motor Mengalami Kebocoran Kompresi

Sebelum melakukan pengecekan lebih dalam, kita bisa mengenali tanda-tanda kebocoran kompresi pada motor. Beberapa cirinya antara lain:

  • Tarikan motor terasa sangat berat meskipun gas sudah dibuka cukup dalam.
  • Saat motor diengkol, tidak terasa ada hentakan atau berat kompresinya.
  • Knalpot mengeluarkan asap hitam pekat ketika rpm tinggi.
  • Mesin cepat panas meskipun penggunaan normal.
  • Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya.

Rekomendasi Bacaan Terkait

Langkah-Langkah Mengatasi Tarikan Motor Berat

Sebelum membongkar mesin, lakukan pengecekan ringan berikut ini:

  1. Cek kerenggangan klep – Jika terlalu rapat, motor bisa kehilangan tenaga. Longgarkan sedikit sesuai standar.
  2. Bersihkan ruang bakar ringan – Bisa dengan meneteskan sedikit oli bersih ke ruang busi lalu engkol beberapa kali.
  3. Cek kondisi busi – Pastikan elektroda tidak basah oli atau berkerak.
  4. Pastikan filter udara tidak kotor – Filter mampet membuat tarikan berat.

Jika semua langkah di atas tidak membawa perubahan yang signifikan, barulah lakukan pengecekan bagian dalam mesin. Biasanya kerusakan berada pada ring piston yang sudah aus atau lemah. Ring yang aus tidak mampu menahan tekanan ketika terjadi kompresi sehingga tenaga tidak bisa terdorong maksimal.

Panas berlebih (overheat) juga mempercepat ring piston menjadi lembek. Ini biasanya terjadi karena oli telat diganti, oli kurang, atau jalur pelumas tersumbat oleh kerak sisa pelumas lama.

NB: Kebocoran kompresi juga bisa disebabkan oleh bibir klep yang tidak menutup rapat. Jika terdapat kerak pembakaran pada bibir klep, maka kompresi akan bocor. Solusinya adalah melakukan skir klep agar permukaannya kembali halus dan bisa menutup dengan sempurna.

Setelah melakukan skir klep dan pengecekan ring piston, jangan lupa rutin mengganti oli sesuai jadwal serta melakukan servis berkala di bengkel kepercayaan Anda. Dengan begitu, performa motor tetap terjaga dan tidak cepat loyo.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat buat kita semua 🤲
Artikel oleh ABM — Panduan teknis
×